Sesuai dengan akar katanya dari baha Yunani,
Vetera yang berarti berputar “Vertigo” mengacu pada adanya sensasi gerakan atau
perasaan seseorang bahwa tubuhnya bergerak terhadap lingkungannya atau
lingkunagn bergerak terhadap dirinya. Rasa itu bisa dalam bentuk berputar,
bergoyang atau melayang.
Keluhan
vertigo menduduki peringkat ketiga dalam praktik dokter umum. Bahkan, paa orang
yang berusia sekitar 75 tahun, keluhan vertigo bisa mencapai 50%.
Vertigo bukan
suatu penyakit melainakan gejala penyakit. Penyebab vertigo bisa
bermacam-macam. Yang dimaksud dengan vertigo adalah perasaan berputar atau
bergoyang sebagai akibat terganggunya keseimbangan.
Menurut
Penelitian Vertigo bukan suatu penyakit melainkan gejala penyakit yang
penyebabnya sangat bervariasi.
Fungsi
keseimbangan tubuh terdiri dari tiga sistem yaitu sistem vestibular, sistem
visual, dan sistem somatosensorik atau proprioseptik. Vertigo muncul jika ada
gangguan pada salah satu atau lebih dari tiga sistem keseimbangan itu.
Vertigo
terbagi menjadi beberapa jenis. Menurut situs Neurologycgannel, sistem
vestibular bertanggung jawab untuk mengintegrasikan rangsangan terhadap indra
dengan pergerakan tubuh serta menjaga agar suatu obyek berada dalam fokus
penglihatan saat tubuh akan bergerak.
Saat kepala
bergerak informasi akan disampaikan ke labirin, suatu organ di telinga bagian
dalam berupa tiga saluran yang berbentuk setengah lingkaran uang dikelilingi
cairan. Labirin lantas menyalurkan informasi gerakan ke saraf vestibular atau
nervus VII yang kemudian akan membawa informasi ke batang otak, dan akan
dilanjutkan sampai ke serebelum (bagian otak yang mengontrol koordinasi,
keseimbangan, pergerakan, tekanan darah dan kesadaran).
Jika ada
gangguan pada sistem biasa disebut dengan Vertigo vestibular, dunia akan terasa
seperti berputar. Serangan vertigo jenis ini pada umumnya terjadi secara
mendadak dan bersifat datang-pergi atau episodik, disertai rasa mual, muntah,
kadnag-kadnag ada denging di telinga. Pencetus serangan ini adalah gerakan
kepala.
Vertigo
vestibular dibedakan menjadi tipe sentral, gangguan terjadi pada batang otak
sampai otak besar. Yang kedua adalah tipe prifer yaitu gangguan yang terletak
pada batang otak sampai labirin di telinga bagian dalam.
Penyebab
vertigo vestibular antara lain trauma kepala, infeksi otak, tumor, infeksi
sekitar sinus atau lainnya (Flu, pilek, diare) Remote efek (reaksi terhadap
infeksi yang menyebabkaan gejala vertigo). Situs Neurogychannel menyebutkan
gejala vertigo vestibular prifer adalah pandangan kabur, letih, lesu, sakit
kelapala, detak jantung cepat, kehilangan kesimbangan, kehilangan kosentrasi,
nyeri pada otot terutama dibagian leher dan punggung, mual, muntah, kemampuan
kognitip menurun, serta sensitif terhadap cahaya, dan bunyi.
Adapun
gejala penyakit vertigo sentral antara lain diplopia (padangan ganda), sakit
kepala hebat, gangguan kesadaran, koordinasi tubuh menurun, mual, muntah, serta
lemas.
Vertigo
Nonvestibular, sensasi yang dirasakan penderita adalah melayang, bergoyang atau
sempoyongan. Serangan biasanya terjadi terus-menerus, tetapi tidak ada mual
maupun muntah.
Vertigo
akibat gangguan sistem visual biasanya dicetuskan oleh situasi yang ramai,
banyak orang, atau benda lalu lalang.
Pada
gangguan sistem somatosensorik atau proprio seperti gangguan pada saraf sumsum
tulang belakang, misalnya gangguan pada saraf tepi berupa kaki baal atau pundak
kaku, impuls gerakan terlambat diterima otak besar. Akibatnya keseimbangan
menurun.
Dokter juga
akan melakukan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi, selanjutnya melakukan
pemeriksaan neurologis pada fungsi vestibular, saraf otak serta fungsi motorik
dan sensorik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar